Selasa, 01 Mei 2018

Pengambilan Keputusan




Mata Kuliah    : Penghantar Teknologi Game
Nama               : Widianto Saputro
NPM                 : 57415131
Kelas                : 3IA21
Nama Dosen  : Syefani Rahma Deski

Tugas

Pengambilan keputusan pada pembuatan game
            Menururt Dimiyati (1992), teori permainan (game theory) adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan pada saat ada dua pihak atau lebih berada dalam kondisi persaingan atau konflik. Pihak-pihak yang bersaing ini disumsikan bersifat rasional dan cerdas, artinya masing-masing pihak akan melakukan strategi tindakan yang rasional untuk memenangkan persaingan itu, dan masing-masing pihak juga mengetahui strategi pihak lawannya. Selanjutnya pihak ini disebut pemain.
Menurut Ayu (1996), game theory merupakan suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan. Game theorymelibatkan dua atau lebih pengambil keputusan atau yang disebut pemain. Setiap pemain dalam game theory mempunyai keinginan untuk menang.
Tujuan teori ini adalah menganalisa proses pengambilan keputusan dari persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih pemain/kepentingan. Kegunaan dari teori permainan adalah metodologi yang disediakan untuk menstruktur dan menganalisa masalah pemilihan strategi. Menggunakan teori permainan, maka langkah pertama adalah menentukan secara explicit pemain, strategi yang ada, dan juga menentukan preferensi serta reaksi dari setiap pemain.
Terdapat dua jenis strategi permainan yang dapat digunakan pada game theory, yaitu pure strategy (setiap pemain mempergunakan strategi tunggal) dan mixed strategy (setiap pemain menggunakan campuran dari berbagai strategi yang berbeda-beda). Pure strategy digunakan untuk jenis permainan yang hasil optimalnya mempunyai saddle point (semacam titik keseimbangan antara nilai permainan kedua pemain). Sedangkan mixedstrategy digunakan untuk mencari solusi optimal dari kasus game theory yang tidak mempunyai saddle point.

Konsep-Konsep Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan : Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana semula
State machine : Sebuah metologi perancangan system control yang menggambarkan tingkah laku atau pnrinsikamenggup kerja system dengan menggunakan tiga hal berikut : Event (kejadian) dan action (aksi).sebagai sebuah metologi perencangan control system , penerapan FSM telah banyak diterapkan pada perangkat lunak , khusus nya pada game. Penerapan FSM diterapkan untuk nilai-nilai batas perpindahan yang sangat mudah diterapkan pada game.
Fuzzy Logic :  pengambilan keputusan, didasarkan pada pendekatan fuzzy, yang dikemukakan oleh penulis.Paper ini dikerjakan dalam dua bagian.Pertama deskripsi tentang Fuzzy Logic Toolbo.Kedua illustration dengan contoh pengantar kesimpulan.Berdasarkan berbagai asumsi penulis membangun laporan aturan yang kemudian diubah menjadi aturan fuzzy dan GUI dari Fuzzy Logic Toolbox yang dibangun menggunakan MATLAB komputasi lingkungan numerik yang digunakan untuk membangun sistem inferensi fuzzy untuk process. Output membership function diharapkan menjadi fuzzy set di Mamdani-jenis inference.Defuzzification dari himpunan fuzzy untuk setiap variabel output yang dihasilkan setelah proses agregasi harus dilakukan. Penerapan teknologi informasi untuk Keputusan dalam lingkungan hari ini yang sangat kompetitif adalah prinsip-prinsip tak terbantahkan dari organisasi dan membantu manajer dalam membuat keputusan yang tepat dan bermakna.
System markov : analisis yang digunakan untuk memperkirakan atau menduga perubahan – perubahan dari variabel – variabel pada masa yang akan datang dengan menggunakan atau berdasarkan variabel – variabel tersebut pada masa yang lalu. Untuk analisis dengan menggunakan Model Rantai Markov harus melalui tahapan – tahapan dalam pengambilan keputusan dalam pemeliharaan mesin, yaitu : mengklasifikasikan kondisi mesin yang ada dalam tiga kondisi ( baik, cukup baik dan rusak ), menyusun probabilitas transisi untuk setiap kondisi (state ).

Rule Based System : Sistem berbasis kaidah merupakan sebuah sistem yang memodelkan proses penalaran yang berdasarkan pada kaidah atau hubungan sebab-akibat.
• User Interface: bagian dimana user bisa melihat dan berinteraksi dengan sistem. Biasanya dalam bentuk display teks ataupun grafik yang interaktif.
• Developer Interface: bagian dimana knowledge engineer mengembangkan sistem, biasanya dalam bentuk pengembangan source code dari sistem.
• Explanation Facility: merupakan subsistem yang bertanggung jawab untuk menyediakan explanation (penjelasan) dari proses reasoning dari sistem.
• External Program: program lain seperti database, algoritma ataupun spreedsheat yang bisa digunakan untuk mendukung system.

Sumber  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar